fbpx

Peran Ayah Untuk Pertumbuhan Anak – Peran ayah tentunya sangat berpengaruh terhadap perkembangan emosi dan juga pertumbuhan anak. Hal ini sudah dibuktikan oleh hasil riset dan para psikologi yang menyatakan bahwa Peran Ayah Untuk Pertumbuhan Anak sangatlah penting. Disebutkan bahwasanya hubungan interaksi yang terjalin baik antara seorang ayah dan anak dapat mempengaruhi kecerdasan emosional anak yang membuat anak tumbuh menjadi sosok dewasa yang berhasil.

Dalam keluarga seorang ayah biasanya mengambil tanggung jawab utama dan menafkahi keluarga sementara ibu lebih pada urusan rumah tangga dan mengasuh anak. Dalam pengasuhan itu sendiri keikutsertaan ayah seringkali bersifat individual, artinya tergantung masing-masing individu. Ada sosok ayah yang memang perhatian dalam hal pengasuhan dan mendidik anak dengan senang hati, namun ada juga ayah yang hanya berperan sedikit dalam hal itu.

Contoh keterlibatan ayah dalam pengasuhan misalnya ikut merumuskan aturan dan disiplin bagi anak dalam hal belajar, bermain, dan aktivitas sehari-hari, yang nantinya akan berpengaruh juga pada kecerdasan anak, memberikan model atau contoh perilaku yang benar.

Ada beberapa peran inti dari seorang ayah yaitu sebagai provider atau penyedia dan pemberi fasilitas, Protector atau pemberi perlindungan, Decision Maker atau  pembuat keputusan, Child Specialiser and Educator yaitu pendidik dan mengamati perkembangan anak, dan Nurtured Mother yaitu pendamping ibu. Peran ayah dalam menerapkan disiplin anak yang cukup tinggi akan mengurangi kecenderungan anak untuk berperilaku menyimpang terutama pada masa sekolahnya. Peran ayah juga dapat mendidik anak untuk berempati terhadap orang lain, serta mengembangkan hubungan sosial yang lebih baik. Anak laki-laki juga bisa mengembangkan pengendalian diri mereka dengan mencontoh sosok seorang ayah.

Bagi anak perempuan, Peran Ayah Untuk Pertumbuhan Anak justru lebih besar lagi terutama dalam psikologi anak. Dalam beberapa penelitian tercatat beberapa akibat yang timbul karena kurangnya peran ayah pada anak perempuan. Mereka akan sulit menampilkan sifat-sifat feminin ketika tumbuh menjadi wanita dewasa, selalu rindu denga figur laki-laki dan gampang kecewa jika laki-laki yang hadir dalam hidupnya tidak sesuai dengan gambaran yang ada dalam pikirannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *